PADANG | Dentang sejarah dan semangat juang kembali menggema pada peringatan Hari Ulang Tahun Kavaleri TNI Angkatan Darat ke-76 yang jatuh pada 9 Februari 2026. Di usia yang kian matang, Kavaleri TNI AD tidak sekadar memperingati angka, tetapi meneguhkan kembali jati diri sebagai kekuatan manuver utama Angkatan Darat yang sejak 9 Februari 1950 telah mengabdi tanpa jeda bagi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di tengah nuansa kebanggaan tersebut, Mayor Kav Sukri SBG, Perwira Seksi Intelijen Korem 032/Wirabraja, menyampaikan ucapan Dirgahayu Kavaleri TNI AD dengan penuh makna. Bagi perwira menengah yang lahir dan dibesarkan dari rahim Korps Kavaleri ini, peringatan HUT bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas jalan panjang pengabdian, disiplin, dan semangat pantang mundur yang membentuk karakter seorang prajurit kavaleri.
“Tri Daya Cakti bukan hanya tema, tetapi jiwa kavaleri itu sendiri,” ungkap Mayor Kav Sukri SBG dengan nada tegas namun sarat kebanggaan. Menurutnya, tiga daya—kekuatan, kecepatan, dan ketepatan—adalah nilai fundamental yang harus terus hidup dalam setiap denyut penugasan prajurit kavaleri, kapan pun dan di mana pun negara memanggil.
Sejarah mencatat, Kavaleri TNI AD merupakan satuan yang paling adaptif terhadap perubahan zaman. Dari masa awal yang mengandalkan kuda sebagai simbol mobilitas dan keberanian, hingga kini menguasai alutsista modern berteknologi tinggi dengan daya gempur dan manuver cepat. Transformasi itu, kata Mayor Kav Sukri, adalah bukti bahwa kavaleri selalu siap menjawab tantangan, bukan hanya mengikuti perkembangan, tetapi memimpinnya.
Lebih dari sekadar kekuatan tempur, kavaleri juga hadir sebagai satuan yang dekat dengan rakyat. Dalam berbagai operasi selain perang, termasuk penanggulangan bencana alam dan pengamanan wilayah, prajurit kavaleri kerap berada di garis depan. Kecepatan gerak dan kesiapsiagaan menjadi keunggulan yang menjadikan kavaleri selalu relevan dalam setiap situasi darurat kemanusiaan.
Sebagai Pasi Intel Korem 032/Wirabraja, Mayor Kav Sukri SBG menilai bahwa profesionalisme prajurit kavaleri memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas wilayah. Sinergi antara kemampuan tempur dan kepekaan intelijen di lapangan menjadi kunci dalam menciptakan rasa aman dan kondusif di tengah masyarakat, khususnya di wilayah tugas Korem 032/Wirabraja.
Ia menekankan bahwa tantangan pertahanan ke depan tidak semakin sederhana, justru sebaliknya, semakin kompleks dan multidimensional. Oleh karena itu, prajurit kavaleri dituntut untuk terus meningkatkan kualitas diri, tidak hanya secara fisik dan mental, tetapi juga dalam penguasaan teknologi dan kecerdasan situasional.
Di usia ke-76 ini, Mayor Kav Sukri SBG berharap Kavaleri TNI AD semakin kokoh sebagai satuan yang modern, adaptif, dan profesional. Semangat para pendahulu yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, bahkan nyawa demi kejayaan satuan dan bangsa, harus menjadi fondasi kuat bagi generasi kavaleri masa kini dan mendatang.
Peringatan Dirgahayu Kavaleri TNI AD ke-76 menjadi pengingat bahwa kejayaan tidak pernah lahir secara instan. Ia tumbuh dari proses panjang pengabdian dan loyalitas tanpa batas kepada negara. Nilai-nilai itu pula yang terus dipegang teguh oleh Mayor Kav Sukri SBG dalam setiap langkah pengabdiannya sebagai prajurit.
Dengan penuh keyakinan dan doa, Mayor Kav Sukri SBG menutup pesannya dengan harapan agar Kavaleri TNI Angkatan Darat senantiasa jaya, solid, dan tetap menjadi garda terdepan penjaga kedaulatan NKRI. Dirgahayu Kavaleri TNI AD ke-76. Tri Daya Cakti.
TIM

0 Komentar