FESTIVAL SENI BUDAYA SEKURA CAKAK BUAH BERLANGSUNG MERIAH DI PEKON BALAK
LAMPUNG BARAT, 26 Maret 2026 | Festival Seni Budaya Sekura Cakak Buah yang menjadi bagian dari khazanah budaya masyarakat lokal Lampung Barat digelar dengan penuh semangat di Pekon Balak, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung. Acara Pesta Sekura Cakak Buah 4 Syawal ini tidak hanya menjadi ajang hiburan dan silaturahmi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya para pedagang yang berjualan di sekitar lokasi acara.
Pada momen berlangsungnya festival, area acara yang memiliki tenda dengan latar belakang berwarna biru cerah dipadati oleh ribuan penonton yang datang dari berbagai penjuru wilayah Lampung Barat dan sekitarnya. Beberapa peserta mengenakan pakaian khusus Sekura dengan ciri khas atau gaya yang unik, salah satunya dengan rambut berpilin dan wajah yang diberi ornamen khusus, serta terlihat sesi silaturahmi dan interaksi erat antar peserta yang menunjukkan kekeluargaan masyarakat. Bendera dengan logo organisasi juga terlihat berkibar di atas area acara, menjadi bagian dari dekorasi yang memperkuat nuansa kegembiraan.
Panitia penyelenggara menyampaikan bahwa tradisi ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat lokal. "Sekura Cakak Buah ini merupakan transisi yang sudah berlangsung selama ratusan tahun, dan kami para penerus hanya bisa tetap menjaga tradisi para nenek moyang kami," ungkap perwakilan panitia. Panitia juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat yang telah memberikan dukungan penuh untuk kelangsungan acara festival ini.
Selain menghibur dan mempererat tali silaturahmi, tradisi Sekura Cakak Buah yang telah diwariskan dari generasi ke generasi ini memberikan manfaat ekonomi nyata. Seiring dengan bertambahnya jumlah penonton yang datang, para pedagang yang menjual makanan khas, minuman, oleh-oleh khas Lampung, serta barang kerajinan tangan lokal melaporkan peningkatan omset yang signifikan. Beberapa pedagang menyampaikan bahwa penjualan pada hari acara bisa mencapai tiga hingga lima kali lipat dari hari biasa.
"Kami sangat senang dengan digelarnya festival ini setiap tahunnya. Selain bisa menyaksikan pertunjukan budaya yang luar biasa dan bertemu dengan saudara-saudara kita, kami juga bisa mendapatkan penghasilan yang lebih banyak untuk mencukupi kebutuhan keluarga," ujar salah satu pedagang makanan jalanan yang berjualan di lokasi acara.
Panitia penyelenggara menambahkan bahwa acara ini tidak hanya bertujuan untuk melestarikan budaya lokal masyarakat Lampung Barat, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pemanfaatan potensi budaya sebagai daya tarik wisata dan ekonomi kreatif, sekaligus menjadi ajang mempererat tali persaudaraan pasca Hari Raya Idul Fitri.
(Dedi)
0 Komentar