PURWAKARTA | Pagi itu, Jumat 20 Maret 2026, suasana di kawasan Jalan Jenderal Sudirman No.03, Purwakarta, tampak berbeda dari biasanya. Sejak pukul 06.30 WIB, lautan manusia mulai memenuhi lapangan parkir Bank BNI. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru daerah datang untuk menunaikan Sholat Idul Fitri yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purwakarta.
Tak hanya memenuhi area utama, jamaah bahkan meluber hingga ke bahu jalan. Pemandangan ini menjadi bukti kuat tingginya antusiasme masyarakat dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalani ibadah puasa Ramadan.
Sholat Ied berlangsung dengan khidmat, dipimpin oleh Imam sekaligus Khotib, Ustadz Afza Masyhadi, Lc., M.Pd. Dalam khutbahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai momentum kembali kepada fitrah, memperkuat keimanan, serta mempererat hubungan antar sesama manusia.
Di balik suksesnya pelaksanaan ibadah tersebut, peran panitia begitu terasa. Ketua Panitia, Agus Hidayat, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara yang berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan, meski jumlah jamaah jauh melampaui perkiraan.
“Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami. Antusiasme masyarakat luar biasa. Semoga ini menjadi tanda kuatnya semangat kebersamaan dan keimanan warga Purwakarta,” ujarnya.
Tak hanya menjadi ajang ibadah, momentum Idul Fitri ini juga diwarnai dengan semangat berbagi. Melalui LAZISMU, panitia berhasil menghimpun berbagai bentuk zakat, infak, dan sedekah dari jamaah.
Data yang dihimpun menunjukkan zakat mal dari 7 orang mencapai Rp26.300.000. Sementara zakat fitrah terkumpul dari 278 jiwa, dengan rincian zakat fitrah dalam bentuk uang sebesar Rp11.265.000 dan beras sebanyak 78 kilogram. Selain itu, infak dan sedekah mencapai Rp2.675.000 serta fidyah dari 1 orang sebesar Rp300.000.
Secara keseluruhan, total dana yang terkumpul mencapai Rp40.540.000 dengan tambahan beras 78 kilogram. Angka ini mencerminkan tingginya kesadaran sosial masyarakat dalam berbagi kepada sesama, khususnya di momen hari raya.
Menariknya, panitia juga menerima sumbangan dalam bentuk mata uang asing. Hal ini disampaikan oleh perwakilan LAZISMU, Haris Nugroho, yang mengungkapkan adanya infak berupa 5 Dolar Singapura, 5 Real Arab Saudi, dan 2 Ringgit Malaysia.
“Jika dirupiahkan, total infak yang masuk lebih dari Rp10 juta. Ini menunjukkan bahwa jamaah yang hadir tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga ada yang baru pulang dari luar negeri,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jamaah yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Haris menegaskan bahwa ke depan, LAZISMU akan terus berupaya meningkatkan pelayanan dan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara lebih maksimal.
Di akhir kegiatan, Agus Hidayat kembali mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai Idul Fitri dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai titik awal mempererat silaturahmi dan memperkuat persatuan.
“Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Idul Fitri ini membawa kedamaian, kebahagiaan, dan keberkahan bagi kita semua,” tutupnya penuh harap.
Hari itu, bukan sekadar perayaan. Ia menjadi gambaran nyata tentang kebersamaan, kepedulian, dan semangat kembali ke fitrah yang hidup di tengah masyarakat Purwakarta.

0 Komentar